Pages

Wednesday, September 15, 2010

Konsep Kebahagiaan Dalam Islam

Bismillahirrahmanirrahim...


Ditulis oleh Ustadz Abdul Latief   

Kondisi senantiasa bahagia dalam situasi apa pun, inilah. yang senantiasa dikejar oleh manusia. Manusia ingin hidup bahagia. Hidup tenang, tenteram, damai, dan sejahtera. Sebagian orang mengejar kebahagiaan dengan bekerja keras untuk menghimpun harta. Dia menyangka bahwa pada harta yang berlimpah itu terdapat kebahagaiaan. Ada yang mengejar kebahagiaan pada tahta, pada kekuasaan. Beragam cara dia lakukan untuk merebut kekuasaan. Sehab menurtnya kekuasaan identik dengan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kehidupan. Dengan kekuasaan sesrorang dapat berbuat banyak. Orang sakit menyangka, bahagia terletak pada kesehatan. Orang miskin menyangka, bahagia terletak pada harta kekayaan. Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan. Dan sangkaan-sangkaan lain.

Lantas apakah yang disebut"bahagia' (sa'adah/happiness)?

Selama ribuan tahun, para pemikir telah sibuk membincangkan tentang kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang ada di luar manusia, dan bersitat kondisional. Kebahagiaan bersifat sangat temporal. Jika dia sedang berjaya, maka di situ ada kebahagiaan. Jika sedang jatuh, maka hilanglah kebahagiaan. Maka. menurut pandangan ini tidak ada kebahagiaan yang abadi dalam jiwa manusia. Kebahagiaan itu sifatnya sesaat, tergantung kondisi eksternal manusia. Inilah gambaran kondisi kejiwaan masyarakat Barat sebagai: "Mereka senantiasa dalam keadaan mencari dan mengejar kebahagiaan, tanpa merasa puas dan menetap dalam suatu keadaan.

Islam menyatakan bahwa "Kesejahteraan' dan "kebahagiaan" itu bukan merujuk kepada sifat badani dan jasmani insan, bukan kepada diri hayawani sifat basyari; dan bukan pula dia suatu keadaan hayali insan yang hanva dapat dinikmati dalam alam fikiran belaka.

Kesejahteraan dan kebahagiaan itu merujuk kepada keyakinan diri akan hakikat terakhir yang mutlak yang dicari-cari itu — yakni: keyakinan akan Hak Ta'ala — dan penuaian amalan yang dikerjakan oleh diri berdasarkan keyakinan itu dan menuruti titah batinnya.'

Jadi, kebahagiaan adalah kondisi hati yang dipenuhi dengan keyakinan (iman) dan berperilaku sesuai dengan keyakinannya itu. Bilal bin Rabah merasa bahagia dapat mempertahankan keimanannya meskipun dalam kondisi disiksa. Imam Abu Hanifah merasa bahagia meskipun harus dijebloskan ke penjara dan dicambuk setiap hari, karena menolak diangkat menjadi hakim negara. Para sahabat nabi, rela meninggalkan kampung halamannya demi mempertahankan iman. Mereka bahagia. Hidup dengan keyakinan dan menjalankan keyakinan.

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannva. Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Apakah kamu tidak memahaminya?

Menurut al-Ghazali, puncak kebahagiaan pada manusia adalah jika dia berhasil mencapai ma'rifatullah", telah mengenal Allah SWT. Selanjutnya, al-Ghazali menyatakan:

"Ketahuilah bahagia tiap-tiap sesuatu bila kita rasakan nikmat, kesenangan dan kelezatannya mara rasa itu ialah menurut perasaan masing-masing. Maka kelezatan (mata) ialah melihat rupa yang indah, kenikmatan telinga mendengar suara yang merdu, demikian pula segala anggota yang lain dan tubuh manusia.

Ada pun kelezatan hati ialah ma'rifat kepada Allah, karena hati dijadikan tidak lain untuk mengingat Tuhan. Seorang rakyat jelata akan sangat gembira kalau dia dapat herkenalan dengan seorang pajabat tinggi atau menteri; kegembiraan itu naik berlipat-ganda kalau dia dapat berkenalan yang lebih tinggi lagi misalnya raja atau presiden.

Maka tentu saja berkenalan dengan Allah, adalah puncak dari segala macam kegembiraan. Lebih dari apa yang dapat dibayangkan  oleh manusia, sebab tidak ada yang lebih tinggi dari kemuliaan Allah. Dan oleh sebab itu tidak ada ma'rifat yang lebih lezat daripada ma'rifatullah.

Ma'rifatullah adalah buah dari ilmu. Ilmu yang mampu mengantarkan manusia kepada keyakinan. bahwa tiada Tuhan selain Allah" (Laa ilaaha illallah). Untuk itulah, untuk dapat meraih kebahagiaan yang abadi, manusia wajib mengenal Allah. Caranya, dengan mengenal ayat-ayat-Nya, baik ayat kauniyah maupun ayat qauliyah.

Banyak sekali ayat-ayat al-Quran yang memerintahkan manusia memperhatikan dan memikirkan tentang fenomana alam semesta, termasuk memikirkan dirinya sendiri.

Disamping ayat-ayat kauniyah. Allah SWT juga menurunkan ayat-ayat qauliyah, berupa wahyu verbal kepada utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. Karena itu, dalam QS Ali Imran 18-19, disebutkan, bahwa orang-orang yang berilmu adalah orang-orang yang bersaksi bahwa "Tiada tuhan selain Allah", dan bersakssi bahwa "Sesungguhnya ad-Din dalam pandangan Allah SWT adalah Islam."

Inilah yang disebut ilmu yang mengantarkan kepada peradaban dan kebahagiaan. Setiap lembaga pendidikan. khususnya lembaga pendidikan Islam. harus mampu mengantarkan sivitas akademika-nya menuju kepada tangga kebahagiaan yang hakiki dan abadi. Kebahagiaan yang sejati adalah yang terkait antara dunia dan akhirat.

Kriteria inilah yang harusnya dijadikan indikator utama, apakah suatu program pendidikan (ta'dib) berhasil atau tidak. Keberhasilan pendidikan dalam Islam bukan diukur dari berapa mahalnya uang hayaran sekolah; berapa banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan sebagainya. Tetapi apakah pendidikan itu mampu melahirkan manusia-manusia yang beradab yang mengenal Tuhannya dan beribadah kepada Penciptanya.

Manusia-manusia yang berilmu seperti inilah yang hidupnya hahagia dalam keimanan dan keyakinan: yang hidupnya tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dalam kondisi apa pun hidupnya bahagia, karena dia mengenal Allah, ridha dengan keputusanNya dan berusaha menyelaraskan hidupnya dengan segala macam peraturan Allah yang diturunkan melalui utusan-Nya.

Karena itu kita paham, betapa berbahayanya paham relativisme kebenaran yang ditaburkan oleh kaum liberal. Sebab, paham ini menggerus keyakinan seseorang akan kebenaran. Keyakinan dan iman adalah harta yang sangat mahal dalam hidup. Dengan keyakinan itulah, kata Igbal, seorang Ibrahim a.s. rela menceburkan dirinya ke dalam api. Penyair besar Pakistan ini lalu bertutur hilangnya keyakinan dalam diri seseorang. lebih buruk dari suatu perbudakan.

Sebagai orang Muslim, kita tentu mendambakan hidup bahagia semacarn itu; hidup dalam keyakinan: mulai dengan mengenal Allah dan ridha, menerima keputusan-keputusan-Nva, serta ikhlas menjalankan aturan-aturan-Nya. Kita mendambakan diri kita merasa bahagia dalam menjalankan shalat, kita bahagia menunaikan zakat, kita bahagia bersedekah, kita bahagia menolong orang lain, dan kita pun bahagia menjalankan tugas amar ma'ruf nahi munkar.

Dalam kondisi apa pun. maka "senangkanlah hatimu!" Jangan pernah bersedih.

"Kalau engkau kaya. senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit melalui hartamu.

"Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang sering menimpa orang-orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepadamu lagi, lantaran kemiskinanmu..."

"Kalau engkau dilupakan orang, kurang masyhur, senangkan pulalah hatimu! Karena lidah tidak banyak yang mencelamu, mulut tak banyak mencacimu..."

Mudah-mudahan. Allah mengaruniai kita ilmu yang mengantarkan kita pada sebuah keyakinan dan kebahagiaan abadi, dunia dan akhirat. Amin


~credit to http://www.pesantrenvirtual.com/

Kisah buah kelapa

Bismillahirrahmanirrahim..
Alhamdulillah..yahoooo!!!!!!hari ini dalam sejarah..dapat kupas kelapa tua.!!!

Ciri-ciri buah:
1) Besar,warna coklat,jatuh dari pokok
2) Liat,keras
3) Sangat mencabar untuk mengupasnya

Pada mulanya,mak minta kupas kelapa.okey..set..i try my best..tapi masyaAllah..susahnya.betapa liat kelapa itu..tengok mak kupas sebelum ni senang je nampak…bila buat sendiri,aduss..rasa nk tercabut tangan ni.mak cakap,"tak nampak rupa kupas pun"..haha..ye la,saya pun rasa macam 'bergaduh' je dengan kelapa itu..Akhir sekali,tak larat.saya bagi mak untuk menghabiskannya.

Kemudian,kelapa ke-2..saya bertekad buat sendiri.mak tunjukkan caranya dulu.Bermulalah cerita.

Saya berusaha sedaya upaya kupas kelapa,untuk buktikan saya pun boleh macam mak .Sementara itu, mak bercerita masa mak kecil-kecil dulu, inilah kehidupannya.mana ada main tuang saje santan yang dibeli macam zaman sekarang,.dan sesungguhnya dalam hati saya,betapa bertuahnya dapat mak yang serba boleh:) dari jaga anak sampai berkebun,masak pun best,pandai bawa kereta, apa-apa je.gelap pun tak takut.alhamdulillah..

Saya kupas punya kupas,makin cantik caranya..hehe..sukanya..kita kapak kelapa itu,tuih..kapak kelapa,tuih..begitulah seterusnya..akhirnya..berjaya!!!
Inilah kelapa saya..


Dan mak pun kagum tengok saya dapat buat walau tak sebaik dan sehebat mak..saya cakap," it's in my blood,mak :)"..dan "kalau mak boleh,anak pun boleh"…hehe...mak sambung," like mother,like daughter"..

Alhamdulillah..
Apa yang saya dapat dari 'KISAH BUAH KELAPA' adalah,apa sahaja yang kita nak jadi jangan cepat putus asa.Kita buat dan terus buat kerana practice makes perfect and nothing is impossible in this world because actually all in ours..tak dapat bayangkan kalau saya dah putus asa pada kelapa pertama...

Say," I can"" I can"" I can"" I can"" I can"" I can" berjuta-juta kali..dan I CAN CONQUER THE WORLD.

kelapa pun ada moral value ^_^

Thursday, August 19, 2010

note to God ^-^

If I wrote a note to God
I would speak whats in my soul
I’d ask for all the hate to be swept away
For love to overflow
If I wrote a note to God
I’d pour my heart out on each page
I’d ask for war to end
For peace to mend this world
I’d say, I’d say, I’d say
Give us the strength to make it through
Help us find love cause love is over due
And it seems like so much is going wrong
On this road…… we’re on
If I wrote a note to God
I’d say please help us find our way
End all the bitterness
Put some tenderness in our hearts
And I’d say, I’d say, I’d say
Give us the strength to make it through
Help us find love cause love is over due
And it looks like we haven’t got a clue
Need some help from you
Grant us the faith to carry on
Give us hope when it seems all hope is gone
Cause it seems like so much is goin wrong
On this road we’re on
No, no no no
We can’t do this on our own
So
Give us the strength to make it through
Help us find love cause love is over due
And it looks like we haven’t got a clue
Need some help from you
Grant us the faith to carry on
Give us hope when it seems all hope is gone
Cause it seems like so much is goin wrong
On this road we’re on
No, no no no
We can’t do this on our own
So, So
If I wrote a note to God
-CHARICE-
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

p/s:  Kalau Allah menghendaki, nescaya dimusnahkanNya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu.Dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian
(An-Nisa: 133)
sesungguhnya kita sangat-sangat memerlukan Allah.Allah tempat bergantung,Allah tempat mengadu,Allah adalah segalanya bagi kita.Jadi,sempena bulan Ramadhan ini, rebutlah peluang sebanyak mungkin kerana pintu-pintu syurga terbuka luas untuk kita dan pahala dibalas berlipat ganda dan paling utama,Allah menghadiahkan kita keampunan yang besar bagi sesiapa yang meminta. 

       Ramadhan ini akan memberi makna apabila kita memaknakannya dengan pelbagai ibadat yang segalanya kerana Allah azza wa jalla.
      Ya Allah,aku lemah, aku kikir, aku lupa.Sesungguhnya Engkau tuhanku, janganlah tinggalkan aku walau sedetik. Tiada daya upaya ku melainkan Engkau memberi mampu..
I LOVE ALLAH & RASULULLAH..

Monday, August 16, 2010

bukti di depan mata

Ahad(15/8/10)

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini ada seorang makcik datang jumpa mak bertanyakan ubat homoeopathy untuk anaknya.Anak yg baru berumur 3tahun setengah sudah lama mengidap tonsil.

Makcik : saya dah pergi klinik banyak kali sampai doktor sendiri larang untuk ambil antibiotik lagi.

Mak      : ya, antibiotik bukan ubat. perubatan allopati tiada ubat.ia hanya melegakan sakit hanya untuk sementara.sakit itu akan datang lagi.

Makcik : saya setuju.lega sekejap je.nanti lepas 3-4 jam datang semula.Makcik sebenarnya tahu cikgu dari makcik mah.anaknya kan dulu sakit lama juga.Lepas itu,dia dah sihat.lama juga nak sembuh,kan? Tapi sekarang ok dah,tak sakit-sakit. Katanya,ambil ubat dari Dr.Mat.Ingatkan ubat dah takde sebab klinik dah takde.

Mak     : (senyum) saya boleh tolong yang sakit biasa je macam demam,selesema,batuk.Yang kronik,kena tanya kawannya (kawan abah) dulu atau pergi ke kawan je.Kalau di sekolah, kawan-kawan minta ubat juga kalau sakit biasa ini. Aah, ubat ini ambil masa untuk sembuh, tapi alhamdulillah terus sembuh.

Makcik: itulah.saya pun tak suka nak ulang alik pergi klinik tapi ada juga sakit tersebut.

Mak     : kalau allopati,ia tidak membawa kepada kesembuhan hanya merawat. Lagi pula, tidak mengapa ambil masa untuk sembuh daripada kita terus bergantung kepada ubat sepanjang hayat.

Makcik: (setuju) Dr (allopati) pun tidak galakkan sangat ambil ubat.

Mak     : sebab dia pun tahu ada side effects.

Makcik: terima kasih ye cikgu.nasib baiklah dekat je kan.

Mak     : Sama-sama.alhamdulillah.

---------------------------------------------------------------------------------------- 

Mak: angah,kalau bengkak,sakit,merah …belladona

Saya: (senyum) oh,alhamdulillah mak,semakin ramai orang sudah menyedari hakikat ini.Kebenaran pasti terserlah.

Mak: yup,insyaAllah. Alhamdulillah, abah tinggalkan kita dengan perubatan yang mengikut sunnatullah ini. (senyum dalm syahdu)

Saya: aah,mak..alhamdulillah.

-------------------------------------------------------------------------------
Abah, walaupun abah sudah pergi jauh,namun ilmu yang ditinggalkan sangat memberi manfaat kepada kami semua.Teringat kata-kata abah,

"angah,abah tiada duit untuk tinggalkan hanya ilmu sahaja yang dapat abah bagi"

Syukran Ya Allah,kerana Engkau mengurniakan kami seorang insan yang tidak akan ada gantinya,Abah..

Friday, August 6, 2010

1 minute talk

Bismillahirrahmanirrahim
       Buku 'The Quick and Easy Way of Effective Speaking' oleh Dale Carnigale sangat memberi makna dan motivasi kepada saya dalam jangka waktu ini. Krisis keyakinan dan merasakan diri kekurangan ilmu berbanding orang lain menyebabkan saya selalu berfikir tetapi kurang bertindak.Banyak buah fikiran,kritikan, pandangan yang saya ingin kongsi dengan orang lain terbantut kerana menganggap diri kurang mampu dan lemah. Lagi pula, dengan keadaan dunia sekarang yang sedang berlakunya perang pemikiran a.k.a ghazwatul fikr ini memerlukan pemikiran dan idea-idea yang kritis lagi membina.
Alhamdulillah, buku ini tiba pada waktunya.Alhamdulillah.

       Terlalu banyak tips yang diberikan tetapi salah satu tip yang paling saya suka adalah,"project yourself into the future and then worked toward bringing that projection into reality"

Kita adalah apa yang kita fikirkan.

Saya bercita-cita menjadi seorang public speaker yang dapat menarik perhatian semua penonton dengan cara yang berhemah dan berhikmah.Mutiara kata keluar dari bibir bagai air sungai yang suci,jernih,bersih mengalir tenang tapi hebat merempuh batu-batu yang merintanginya..

saya bercita-cita menjadi public speaker yang menceritakan kebenaran dan berkongsi pandangan secara kritis dan mantap pengisiannya demi menegakkan kalimah Lailahaillah.

Segalanya bermula dari sekarang.1 MINUTE TALK.
saya dapat idea ini dari pembacaan buku ini dimana ia menceritakan pelbagai rahsia kejayaan dan kisah suka duka yang dapat dijadikan pengajaran.teringat satu kata-kata,"kadang-kadang kita tak perlu melalui pengalaman,kerana pengalaman orang lain boleh kita ambil sebagai iktibar."

Signifikan 1 min talk ini adalah;
1)melatih seseorang untuk bersedia dengan apa sahaja soalan,maksudnya kita perlu sentiasa mencari dan menggali ilmu
2)melatih seseorang untuk berkomunikasi secara efisian,iaitu menyampaikan mesej dalam masa 1 minit sahaja tetapi pengisiannya ringkas,padat dan tepat.( Diri sendiri,Islam boleh dipelajari dari alam)
3)menghilangkan stage fright, kerana the top list of fear in the world is stage fright :)

berlatih..berlatih..berlatih..berlatih...dan terus berlatih
semoga kita semua berusaha menjadi seorang yang hebat skil komunikasinya seperti Rasulullah s.a.w..amiinn..

Thursday, July 29, 2010

my life your life...

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dalam 3-4 hari ini (cuti sem yang amat panjang), fikiranku berkecamuk.hati tidak tenang.kadang-kadang dirasakn seluruh fikiran dan semangat terbang melayang..aku ‘melihat’ tapi tidak memerhati..aku ‘mendengar’ tapi masuk telinga kanan keluar telinga kiri.Diriku di sini tapi ‘diri’ sebenar berada di tempat lain.

Ya Allah,ia amat menyeksa diriku.aku seakan-akan tidak hidup.tenggelam dalam dunia yang direka sendiri demi menyelesaikan permasalahan yang bagiku amt rumit dan berat.Orang disekeliling aku abaikan,perbincangan jug amenjadi kusut dan berterabur,apa yang keluar dari mulut tidak difikirkan dahulu..teruknya keadaan aku.tidak pernah sekalipun seumur hidupku berada di dua persimpangan yang keadaanya lebih kurang,sama rata..di sebelah kiri ada duri,bunga,dan jalannya lurus.begitu juga jalan kanan.

Antara keluarga dan jemaah.antara keluarga dan umat.sebenarnya aku amat memerlukan kedua-duanya bukan sebaliknya.diriku hanya satu dan masa juga 24jam.dalam 1 masa,diriku hanya boleh berda di satu tempat dan satu kerja sahaja boleh dilakukan.tiada lain.ku harus memilih,mana yang terbaik untuk diri dan juga orang lain.
Jika ku pilih keluarga,ya.aku yang paling gembira,adik-beradik dan mak juga.walaupun mereka tidak luahkan tapi aku tahu mereka juga berperasaan seperti aku,ingin sentiasa bersama lagi pula masa semakin sedikit dihabiskan bersama kerana masing-masing punya rencana sendiri.malah,sekarang mak dan adik-beradik merencana yuntuk bersama-sama di tepi pantai,beristirehat,borak,meluangkan masa.sejujurnya,aku amat memerlukan mereka untuk menguatkan diri ini dan sebaliknya kerana kami sama-sama merinduinya.lagi pula,Rasulullah s.a.w pernah bersabda,”seorang perempuan tempatnya adalah di rumah”.Aku berusaha untuk meringankan kerja mak dan mendidik adik-adik.
Adakah tepat pilihanku?adakah aku menyusahkan orang lain?adkah aku memudahkan orang lain?
Jika ku pilih jemaah,aku juga gembira kerana aku telah menunaikan tanggungjawabku sebagai seorang insan.membantu orang lain,mendidik adik-adik yang baru merangkak,dan menguatkan kembali diriku untuk lebih tabah menghadapi dunia dengan mendengar pengsian-pengisian yang diberikan.Jemaah amat memerluka aku dari segi sokongan fizikal dan buah fikiran kerana kami sedikit.aku amat maklum tentang itu.adakah aku tdak menyahut seruan jihad di kala aku dipanggil?adakah aku ingin menjadi katak di bawah tempurung atau menghadapi krisis ‘3K’ di rumah?adakah aku seorang yng tidak takut cabaran?adakah aku tidak suka membantu orang lain?Jawapannya tidaaakkk.aku bukan orang sebegitu.aku kuat,aku boleh buat,aku pantas.
Aku tersepit dalam keadaan ini.Jika aku tanya pada diri,jawapannya tidak tahu.Kenapa?aku tidak pernah ada pengalaman seperti ini.mak tak pernah menghalang aku aktif berpersatuan,aku amat pasti tentang itu,tapi aku pula jadi ragu untuk membuat keputasan yang terbaik untuk diriku,bukan orang lain.tiada siapa yang menghalang dan tida siapa yang menyokong.neutral.tapi aku ragu-sangat ragu untuk membuat keputusan.
Manakah yang terbaik?


Sampai sekarang aku masih ragu.Ya Allah,berikanlah aku petunjuk.keadaan ini sangat membelenggu diri dan telah membawa aku jauh dari realiti.I’m not living in the moment.Allah,ini pengajaran untuk diriku.aku perlu tambah ilmu,pengalaman diri dan orang lain untuk menjadi orang yang lebih baik.mungkin bagi orang lain perkara ini remeh,tapi bagiku tidak.ia amat memberi tamparan hebat kepada diriku.Ya Allah,engkau telah tunjukkan bahawa penyerahan diri secara total dan tawakal kepadaMu adalah sebaik-baik perkara.ya,penyerahan diri.ISLAM AD-DEENI..
Wallua’alam.

p/s:sebenarnya tak nak post,tapi saya yakin pengalaman saya mungkin ada baiknya untuk orang lain..sharing is caring :)

still searching..

bismillahirrahmanirrahim..

Hari ini PBL(22/7/2010).Kes yang kami dapat berkaitan dengan Di-George syndrome..Pelbagai penyiasatan(investigation) yang doktor laksanakan ke atas pesakit yang berumur baru 6 bulan.Dari segi ujian fizikal,immunologi,mikrobiologi,simtom-simtomnya amat dahsyat sehinggakan instructor PBL kami ngeri untuk membayangkannya. Saya juga sampai terfikir adakah bayi itu boleh selamat?Kawan-kawan juga begitu.Ditambah lagi dengan perubatan moden sekarang,saya dapat rasakn penyakit ini tidak akan ada ubat.Hanya rawatan dan bayi itu perlu bergantung kepada ubat seumur hidupnya. Betapa seksanya hidup seperti itu.Lagi pula,penyakit tersebut adalah dari lahir lagi(congenital defect).



Dalam membincangkan PBL,neuron-neuron di dalam otak saya berhubung satu sama lain memikirkan adakah perubatan moden sekarang adalah relevan atau tidak iaitu,perubatan yang menjadikan penyakit sebagai perkara utama bukan pesakit itu sendiri. Merawat sahaja tetapi tidak mengubati sehinggakan pesakit perlu berulang-alik ke hospital untuk mengambil ubat.Malahan,pelbagai ujian dijalankan ke atas pesakit tetapi kesimpulan terakhir oleh para doktor adalah 'tidak tahu','ini penyakit pelik',menambahkan lagi kekusutan dengan nama-nama penyakit yang lebih hebat(advance) dan sebagainya.


Sudahnya,tiada jawapan lagi untuk persoalan saya.


Setelah itu,saya menapak ke bilik instructor saya,bertanyakan pendapatnya tentang perubatan moden yang digunakan secara meluas sekarang di hospital,klinik dan dimana-mana. Bagaimana perubatan yang dikatakan moden tidak dapat memberikan ubat yang dapat membantu pesakit mengurangkan kesakitannya,malahan menambahkan lagi penyakit yang tiada sebelum ini,tetapi setelah makan ubat,penyakit lain pula datang(side effect).Contohnya,penyakit 3 serangkai,mula-mula darah tinggi,kemudian kencing manis dan sakit jantung.Akhir sekali,pergi tak kembali.Betapa kroniknya penyelewengan yang berlaku di dalam perubatan moden sayangnya ramai yang tidak mengetahui atau tidak sedar akan hal ini.


Instructor saya berpendapat,semua orang adalah unik,malahan dalam sekecil-kecil perkara mereka tidak akan sama seperti cap jari.Betul,semua orang adalah unik,tetapi mengapa doktor ingin memberikan ubat berdasarkan penyakit,bukan pesakit?.Tambahan lagi,instructor memberitahu bahawa kita perlu menjaga cara hidup kita kerana Islam juga mengajar umatnya dengan pencegahan.Misalnya,kes zina.."jangan kamu mendekati zina",bukannya "jangan kamu berzina".Betapa Islam memberitahu bahawa jagalah,cegahlah diri dari perkara-perkara buruk.Betul,tetapi bagaimana pula dengan orang yang telah terjebak dalam perkara tersebut?Contohnya,orang yang menghadapi kencing manis atau kanser.Pasti kita perlu membantu mereka kerana pencegahan telah terlewat. Walaubagaimanapun, ada satu pendapat instructor yang melegakan hati saya bahawa persoalan yang satu utarakan bukan satu perkara yang asing lagi.Alhamdulillah.Ini kerana dalam bidang farmaseutikal sekarang,mereka dalam keadaan tension atau stress kerana, ubat untuk penyakit yang sama diberikan kepada individu yang berlainan, tetapi pesakit memberikan respon yang berbeza iaitu ada yang sihat dan ada yang tidak. Jadi,mereka telah membawa usul ubat berdasarkan pesakit(patient-based).Ya,itulah yang sepatutnya. Ubat mengikut pesakit bukan pesakit yang mengikut ubat dan ubat yang serasi serta mengikut sunnatullah itulah yang akan menyembuhkan pesakit itu.


Ini kerana setiap orang adalah unik,tahap keimunan yang berbeza dan paling penting setiap manusia mempunyai respon yang berbeza walau dalam keadaan yang sama.Inilah salah satu asas HOMOEOPATHY. :)


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...